Akhirnya pada piala AFF ini indonesia mengalami kekalahan untuk pertama kalinya. Setelah pada babak penyisian membantai Malaysia dengan skor 5-1, dilanjutkan lagi dengan memberi pelajaran kepada Laos 6-0, dan membuat Thailand sang unggulan utama di piala AFF ini angkat koper lebih awal. Rekor sempurna selalu menang timnas tidak hanya terjadi di fase group. Ketika di semi final indonesia kembali menundukkan skuad filipina yang dua-duanya berakhir 1-0 untuk indonesia.
Rekor 100% menang bisa dikatakan rekor yang sangat fantastis bagi timnas mengingat prestasi timnas yang beberapa tahun terakhir sangat merosot. Apalagi mengingat ketika pertandingan kualifikasi piala asia 2011 beberapa waktu lalu yang sampai-sampai ada seorang yang bernama Hendri Mulyadi masuk lapangan dan berkata "Saya kecewa sama timnas". Setelah melihat rekor di piala AFF ini orang-orang kembali berkata dan mengubah kata hendri menjadi "Saya bangga sama timnas".
Rekor bagus timnas akhirnya berhenti di final leg pertama di bukit jalil dengan kalah 3-0 dari malaysia yang sebelumnya dibantai indonesia dengan skor 5-1 dan diselamatkan indonesia karena membantu lolos ke semifinal. Memang ini bukan pertandingan terakhir masih ada pertandingan lagi di GBK, tapi melihat melihat permainan indonesia pada saat ini berbeda jauh dengan permainan saat masih di fase group. Konsentrasi para pemain berkurang dan sering bikin kesalahan sendiri.
Bisa dikatakan mungkin kekalahan timnas ini dipengaruhi beberapa faktor yang terjadi di sekitar timnas sehingga membuat pemain tidak konsentrasi. Mungkin banyak orang beranggapan kekalahan timnas disebabkan adanya sinar laser yang diarahkan ke pemain timnas, memang faktor tersebut tidak sepenuhnya salah tapi mungkin kita juga harus melihat faktor-faktor lain diluar faktor teknis tadi.
Beberapa hari terakhir ini timnas begitu populer dikalangan masyarakat. Seluruh masyarakat indonesia begitu membanggakan timnas. Kepopuleran ini sering dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk numpang populer, seperti mengundang pemain timnas dalam suatu acara yang tidak ada hubungannya dengan timnas. Undangan yang diterima timnas ini berbau dengan unsur politik mengingat yang mengundang mereka adalah politikus seperti NH dan AB. NH memanfaatkan momentum ini untuk mengambil hati masyarakat agar dia tetap jadi Ketum PSSI. Sedangakan AB mungkin dia akan mencalonkan diri jari presiden pada 2014 mendatang dan dengan ini mungkin dia akan lebih dikenal masyarakat. Memang sulit jika timnas menolak undangan dari NH atau AB karena keduanya merupakan orang yang berpengaruh. Acara-acara yang tidak berhubungan tersebut mungkin menjadi faktor kenapa permainan indonesia menurun. Memang secara ilmiah tidak berpengaruh tapi secara psikologis mungkin pemain terpengaruh.
Tidak hanya politikus saja yang memanfaatkan kepopuleran timnas. Media pun ikut memanfaatkannya. Setiap melihat berita di TV tidak ada yang tidak pernah memberitkan berita timnas. Mulai dari berita timnas bahkan sampai dengan kisah hidup pemain, dan keluarganya. Media pun berlomba-lomba untuk mengundang para pemain timnas untuk menceritakan tentang keadaan tim dan kisah dirinya. Undangan konferensi pers yang sering diterima pemain membuat sang pelatih geram, bahkan sang pelatih sempat mengarantina pemain-pemainnya.Sebenarnya tidak hanya pelatih yang geram dengan media, Presiden SBY pun pernah menyentil media dengan mengatakan kepada pers agar berita yang diangkat berimbang. Sentilan SBY dan karantina sang pelatih tidak membuat media untuk sedikit mengurangi porsi pemberitaan timnas.Media malah mencoba untuk mewawancarai keluarganyannya dan memberitakan tentang kisah keluarga dan pemain tersebut. Pemberitaan yang berlebihan ini bisa memberikan tekanan pada pemain indonesia. Media mungkin menganggap ini merupakan dukungan yg diberikan media. Memang dukungan sangat dibutuhkan bagi pemain tapi seandainya berlebihan ini akan bisa menjadi tekanan untuk pemain.
Inilah mungkin yang terjadi pada timnas kita saat ini bahkan riedl pun mengakui bahwa kekalahan ini disebabkan oleh media. Sebuah faktor penyebab yang seharusnya tidak terjadi pada timnas jika semua pihak menyadarinya. Dari kekalahan 3-0 ini semoga menjadi pelajaran bagi timnas dan berbagai elemen yang mempengaruhi timnas. Semoga indonsia bisa dan mampu bangkit lagi, dan meskipun kalah atau menang nanti tetaplah berkata "Saya bangga sama timnas (tanpa PSSI)".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar