Selasa, 12 Oktober 2010

Hapuskan Kata "Bodoh" dan Jangan Anggap Aku Bodoh!!!!

Di sini saya tidak menyuruh atau ingin menghapus kata "Bodoh" dari bahasa indonesia, karena mungkin seandainya saya ingin menghapus kata bodoh dari bahasa indonesia saya harus jadi profesor atau bahkan melebihi profesor sedang saya ini hanya mahasiswa ahli madya yang ingin menjadi sarjana.

"Bodoh", kata ini sudah sering kita dengar bahkan sering kita ucapkan. Ada banyak istilah yang kita sebut untuk menggantikan kata "Bodoh" antara lain goblok, budhu, bodok, longor, oon, dodol, mendo, stupid, dan lain sebagainya. Semua kata tersebut memiliki arti yang sama yaitu tidak tahu, tidak bisa, tidak mampu, tidak paham. Seandainya yang di maksud bodoh itu bukan manusia mungkin tidak masalah tapi seandainya manusia bagaimana perasaan orang tersebut? Tidak semua orang bisa terima kalo dirinya dibilang bodoh. Bisa dibilang orang yang tidak terima tersebut merasa bahwa kata bodoh adalah kata kasar yang merendahkan dirinya.



Jangan menganggap seseorang bodoh, ini sebenarnya yang saya maksud dari tulisan ini. Kenapa tidak boleh? Saya mencoba berfikir bagaimana perasaan seseorang tersebut jika sering dikatakan dan dianggap bodoh, mungkin akan ada dampak positif atau negatif pada orang tersebut. Seandainya berdampak positif itu bukan masalah tapi jika berdampak negatif itulah permasalahannya. Dampak negatif yang mungkin terjadi pada orang tersebut adalah sakit hati, tidak percaya diri, malas dan lain sebagainya. Perasaan-perasaan tersebut membuat orang tidak bisa berkembang, tidak mau belajar, tidak mau maju karena sudah di anggap sebagai orang yang bodoh. Apalagi jika kata tersebut ditujukan pada seorang anak dan yang mengatakan tersebut adalah gurunya pasti anak tersebut sangat terpukul dan merasa malu kepada teman-temannya, dan jika kata tersebut dikatakan berkali-kali kepadanya mungkin dia tidak mau melanjutkan sekolah. Lalu bagaimana masa depan anak tersebut?

Mari sekarang jangan mengganggap bodoh pada seseorang apalagi seorang anak, sekarang coba kita ganti kata bodoh tersebut. Jika masih awal melakukan kesalahan anggap saja belum bisa, jika sudah diberi tahu tetep g bisa anggap belum paham, jika masih tidak bisa lagi anggap saja orang tersebut lupa kan manusia tempatnya lupa. Manusia bukanlah makhluk sempurna karena kesempurnaan hanya milih Tuhan YME. Tidak mungkin seseorang mengetahui segala hal dan dianggap orang pintar, kadangkala juga ada hal yang lebih diketahui oleh orang yang telah kita anggap bodoh. Untuk itu tidak ada anggapan orang bodoh, dan orang pintar yang ada hanya anggapan orang yang belum tahu dan sudah mengetahui.

Sekarang mari kita coba untuk tidak mengatakan atau menganggap orang bodoh. Khususnya yang berprofesi sebagai guru, dosen, pengajar jangan sampai mengatakan/menganggap anak didiknya bodoh. Ini hanya ungkapan dari saya dan mungkin banyak juga orang yang tidak bersependapat dengan saya. Saya juga bukan orang sempurna yang sudah melakukan apa yang saya tulis ini tapi dengan tulisan ini saya akan berusaha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar